Selasa, 13 Juli 2021

REFLEKSI TENTANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


Minggu, 04 Juli 2021

BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

 Jurnal minggu ke 8.


Refleksi Tentang Budaya positif di sekolahku


    Kali ini saya belajar tentang budaya positiv budaya positif. Budaya positif di sekolah adalah pembiasaan baik yang sifatnya ingin memperbaiki sesuatu yang berdampak pada kemajuan sekolah. banyak contoh budaya positif misalnya bergotong royong, menghormati orang lain, senang membaca, disiplin positif. Guru menjadi teladan, melibatkan murid dalam membuat kesepakatan kelas. Pendekatan komprehensif, mengapresiasi murid . refleksi secara berkala dan disiplin tanpa hukuman.

    Berbagai cara untuk membangun budaya positif di sekolah misalnya guru mengontrol budaya positif  dengan cara berperan menjadi manajer.Manajer adalah orang yang memfasilitasi murid untuk melakukan kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Peran guru sebagai manajer adalah Guru mendorong pelaksanaan perencanaan secara musyawarah mufakat . Musyawarah yang dilakukan murid bertujuan menggali gagasan murid tanpa intervensi guru didalam pengambilan keputusan. Cara membangun budaya positif guru menjadi teladan dimaksudkan murid dapat melihat penerapan budaya positif secara langsung agar murid tidak kehilangan landasan untuk berbudaya positif.Murid merasa memilki kesamaan rasa, kesamaan kedudukan dengan guru .Disanalah murid merasa tidak ada kesenjangan antara murid dan guru. Selain itu pelibatan murid dalam kesepakatan kelas akan mendorong rasa tanggung jawab murid atas apa yang sudah diputuskannya sendiri. Ketika murid memutuskan untuk untuk membuat aturan maka dia akan merasa memilki aturan tersebut dan murid akan merasa sukses jika murid dapat menerapkannya.Pendekatan komprehensif secara bijaksana artinya guru perlu melakukan pendekatan kepada semua pihak baik warga sekolah, orangtua dan masyarakat untuk mengontrol kegiatan membangun budaya positif. Sesuatu hal   yang mempengaruhi karakter murid adalah lingkungan sekolah , lingkungan tempat tinggal dan teman bermain. Murid perlu diapresiasi agar memilki semangat untuk maju. Jika murid memilki gagasan atau ide maka guru segera memberikan tanggapan positif walaupun gagasan itu sederhana. Kita harus memahami kodrat anak yang memilki gagasan yang sederhana karena hal itu sudah sesuai dengan fasenya. Bentuk lain dari apresiasi kepada murid dengan memberikan kesempatan berkarya untuk kemudian diberikan pujian, tanggapan positif. Bantulah murid mewujudkan gagasannya melaui kalimat dukungan, memberi sarana dan wadah ekspresi misalnya lomba karya tulis ilmiah, lomba membuat pantun, seni tari, seni musik dan lain sebagainya.

     Refleksi dan inprovisasi merupakan kegiatan mereview kembali tentang proses kegiatan dari awal hingga akhir. Murid mengrefleksikan  kelebihan dan kelemahan yang telah dilakukan .kemudian menemukan hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Cara lain membangun budaya positif adalah menerapkan  kedisiplinan tanpa hukuman. Ciri anak  disiplin  yaitu menjalankan  aturan  tanpa rasa paksaan , melakukan dengan inisiatif dan kesadaran akan pentingnya melakukan aturan. Sedangkan hukuman biasanya melakukan pendisiplinan dengan kegiatan yang berakibat murid kehilangan semangat belajar karena merasa dipermalukan, merasa tidak dihargai, murid merasa diperlakukan tidak adil. Contoh hukuman adalah mennyuruh murid melakukan kegiatan yang tidak relevan dengan pembelajaran kompetensi yang ingin dicapai. Misalnya guru ingin meningkatkan budaya datang ke sekolah tepat waktu tetapi memberi hukuman dengan membentak, menjewer telinga, menyiksa fisik.

     Perasaan (Feelings)apa yang muncul saat proses pembelajaran. Saya merasa Mengenali budaya positif  ternyata banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk membudayakan hal hal positif tanpa harus menyiksa murid dengan hukuman yang dapat membuat anak anak trauma. Disinilah kita dapat Pembelajaran yang didapatkan saat belajar tentang budaya positif adalah identifikasi permasalahan murid dengan bijaksana, tentukanlah budaya apa yang ingin dikembangkan di sekolah, hambatan apa yang dialami jika membangun budaya piositif.Solusi apa yang dapat ditemukan untuk medukung budaya positif. Hindarilah penerapan hukuman fisik yang menyiksa dan tidak bermanfaat agar murid merasa dirinya berharga dan tumbuhkanlah rasa percaya diri melalui penghargaan terhadap ide dan gagasannya. Sebaiknya guru senantiasa meminta pendapat murid untuk menumbuhkan nalar kritis murid.  Pelibatan  komite  sekolah/masyarakat  dan  orangtua  sangat  menentukan  keberhasilan  di  dalam membangun budaya positif di sekolah.

        Dari pengetahuan ini kita dapat melakukan Perubahan ke depannya jika saya ingin membuat perubahan dengan membangun budaya positif maka caranya kita



gambar 1. Menjalin hubungan sosial rekan sejawad


                                  gambar 2. Mendukung peningkatan komptensi warga sekolah



Gambar 3. Memberi perhatian dan bimbingan kepada murid

perlu penghargaan guru terhadap murid, melakukan budaya secara bersama sama dan terus menerus. langkah langkah yang harus dilakukan jika melakukan perubahan adalah 1. Identifikasi budaya positif yang diharapkan.  2.  kemudian tentukanlah  langkah langkah untuk mencapainya. 3.  tentukan siapa yang akan mendukung budaya positif . 4. Tentukan kapan dan dimana pelaksanaannya.


salam bahagia

suwati

CGP SMP Negeri 2 Polongbangkeng Utara

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SALAM BAHGIA

suwati, s.pd

(CGP SMP Negeri 2 polongbangkeng utara kab.takalar)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFLEKSI TENTANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

by  SUWATI S.Pd.           Bagaimana saya dapat melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi secara lebih efektif? Saya dapat melakukan pr...