Selasa, 01 Juni 2021

Nilai Dan Peran Guru Penggerak

 

KONEKSI ANTAR MATERI

 

NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

1.     Pemahaman saya mengenai nilai dan peran Guru Penggerak.

Nilai itu sendiri, menurut Rokeach (dalam Hari, Abdul H. 2015), merupakan keyakinan sebagai standar yang mengarahkan perbuatan dan standar pengambilan keputusan terhadap objek atau situasi yang sifatnya sangat spesifik. Kehadiran nilai dalam diri seseorang dapat berfungsi sebagai standar bagi seseorang dalam mengambil  posisi  khusus  dalam  suatu  masalah evaluasi dalam membuat keputusan, bahkan hingga berfungsi sebagai motivasi dalam mengarahkan tingkah laku individu dalam kehidupan sehari-hari. Nilai yang perlu dimilki seorang guru penggerak adalah nilai Mandiri. Mandiri  berarti seorang Guru Penggerak  mampu senantiasa mendorong dirinya sendiri untuk melakukan aksi serta mengambil tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada dirinya. Nilai guru penggerak yang kedua adalah Reflektif berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa merefleksikan dan memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri serta pihak lain. Nilai guru penggerak yang ketiga adalah Kolaboratif berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa membangun hubungan kerja yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan yang berada di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah (contoh: orang tua murid dan komunitas terkait) dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru penggerak memilki nilai pembelajaran yang Berpihak pada murid disini berarti seorang Guru Penggerak selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai acuan utama. Segala keputusan yang diambil oleh seorang Guru Penggerak didasari pembelajaran murid terlebih dahulu, bukan dirinya sendiri

Selain dari pentingnya nilai tersebut pada penjelasan sebelumnya, terdapat pula Peran guru penggerak yang  perlu Menjadi  pemimpin  pembelajaran  untuk   mendorong wellbeing ekosistem pendidikan sekolah. Pemimpin Pembelajaran  berarti   seorang   Guru    penggerak dapat  menjadi seorang pemimpin yang menitikberatkan pada komponen yang terkait erat dengan pembelajaran, seperti kurikulum, proses belajar mengajar, asesmen, pengembangan guru serta komunitas sekolah, dll.  Selain itu peran guru penggerak adalah Menggerakkan komunitas praktik untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Seorang Guru Penggerak berpartisipasi aktif dalam membuat komunitas belajar untuk para rekan guru baik di sekolah maupun wilayahnya. Nilai Kolaborasi adalah guru penggerak Membuka ruang diskusi positif dan kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan di luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru berperan Kepemimpinan Murid Mendorong peningkatan kemandirian dan kepemimpinan murid di sekolah. Peran seorang Guru Penggerak berarti membantu para murid ini untuk mandiri dalam belajar, mampu memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah.

2.     Keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Nilai seorang guru penggerak adalah mandiri, inovatif, reflektif, kolaboratif dan berpihak pada murid.Sedangkan peran guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran , menggerakkan komunitas praktik bagi rekan guru, membuka ruang diskusi kolaboratif, kepemimpinan murid untuk menjadi mandiri.nilai dan peran guru sangat erat kaitannya dengan filosofi Ki hadjar Dewantara bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak anak agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat mendapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya. Kita menuntun anak sesuai standar nilai guru penggerak dan menuntun anak sesuai peran mendorong kepemimpinan murid dalam kemandirian.Guru  berusaha mengenali latar belakang sosial  budaya siswa. Melaksanakan  Pembelajaran yang menuntun anak ibarat peta jalan yang akan dilalui oleh anak .di dalamnya terdapat jalan alternatif dan anak bebas memilih jalan mana yang dianggap baik. Kita sebagai pamong hanya dapat menuntun anak bahwa jalan A dan B memilki konsekwensi masing masing. Keputusan tetap ada pada anak anak. Saya mengubah pembelajaran yang sebelumnya berorientasi pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan sekarang lebih menyeimbangkan budi pekerti, pengetahuan dan keterampilan. Hal yang bisa saya terapkan  dalam pembelajaran saya di kelas adalah senantiasa berusaha menerapkan budaya musyawarah dalam membuat kesepakatan kelas. Hal ini saya lakukan pada  setiap memulai pembelajaran. Kebiasaan itu saya tanamkan secara Konsisten guna   menjalankan pendidikan karakter anak. Teknik penanaman karakter sesuai abad 21yakni menghadirkan budaya kreatif, komunikatif, mandiri, kolaboratif dan problem solving. Cara ini kita lakukan supaya tidak mengabaikan kebutuhan dan tuntutan Zaman.  Cara pembentukan karakter dapat pula Dengan komunikasi yang berbudaya lokal seperti pengaplikasian kata kata tebe, senyum,  sapa, dan  salam ketika bertemu teman dan orang lain. Pelestarian budaya lokal sudah menjadi perhatian saya untuk ditanamkan khususnya permainan dolanan anak anak seperti pengenalan permainan longga dalam pembelajaran seni. Longga dapat diambil sebagai strategi pembelajaran yang bermain sambil belajar untuk menyesuaikan kodrat anak yang suka dengan permainan. Saya membiasakan pembelajaran yang membahagiakan dan menerapkan latihan fisik untuk membentuk fisik yang kuat dan bugar. Saya lebih jeli lagi dalam proses pembelajaran yang “Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk meminta sesuatu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak. {Ki Hadjar dewantara:1922}. Didalam melakukan refleksi setiap menutup pembelajaran perlu pelibatan peserta didik Agar mereka  dapat mengambil hikmah dari semua yang terjadi di dalam kehidupan kita. 

3. Strategi yang bisa dilakukan untuk menjadi Guru penggerak yang  mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif dan pembelajaran yang berpihak pada murid  adalah senantiasa berbuat sesuatu yang  positif mulai dari diri sendiri sebelum menggerakkan orang lain. Guru perlu  memahami konsep pendidikan yang berpihak pada murid, dan selalu merefleksi kelebihan dan kekurangan diri serta merefleksi proses belajar peserta didik  agar senantiasa belajar sesuai qodrat alam dan perkembangan zaman. Guru perlu mengembangkan diri terutama kemampuan teknologi informasi, mengetahui teknik berkolaborasi yang sesuai dengan pancasila, memahami karakter peserta didik.

4.     Siapa saja pihak yang dapat membantu Guru penggerak dalam mencapai guru penggerak seperti yang dicita citakan sesuai demonstrasi kontekstual sebagai gambaran diri.

Berbagai pihak yang dapat membantu guru dalam mencapai guru yang mandiri, inovatif, reflektif, kolaboratif dan berpihak pada murid adalah peserta didik, warga sekolah termasuk kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, orangtua dan masyrakat serta pemerintah. Peserta didik  adalah subjek yang menjadi sasaran utama untuk dididik menjadi pelajar yang berkarakter sesuai dengan nilai pancasila yakni beriman dan taqwa terhadap Tuhan yang maha esa, berahlaq mulia, mandiri, bernalar kritis, bergotong royong, kreatif dan berkebhinnekaan global.

Kepala sekolah perlu mendukung kegiatan guru penggerak sebagai motivator, pemberi semangat kerja serta memberi fasilitas ruang gerak untuk mewujudkan sekolah yang memilki lingkungan kerja yang kondusif agar dapat mecapai sekolah yang ramah anak, ramah guru dan ramah terhadap masyarakat.Kepala sekolah memilki pengaruh terhadap kebijakan yang diambil khususnya proses pengambilan keputusan kepala sekolah sangat perlu konsisten terhadap budaya positif khususnya pada proses  musyawarah mufakat. Jika kepala sekolah tidak dapat menjadi teladan yang baik sesuai dengan karakter yang diinginkan  nilai pancasila maka guru penggerak akan mengalami  hambatan didalam menwujudkan sekolah yang mampu mencetak pelajar pancasila. Kepala sekolah bagaikan cahaya yang menyinari seluruh warga sekolah. Jika sinarnya redup maka tidak akan cukup menyinari seluruh ruang yang ada di sekolah tetapi sebaliknya jika kepala sekolah dapat bersinar terang maka seluruh sekolah dapat menjadi sekolah yang penuh semangat kerja yang tinggi.

          Pendidik merupakan unsur yang berpengaruh terhadap pendidikan untuk mencetak pelajar pancasila. guru terjun langsung bersama peserta didik berinteraksi dan menjadi model terdekat bagi peserta didik. Oleh karenanya guru perlu menjadi teladan yang  baik sesuai dengan peran dan nilai guru yang mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada murid. Guru memilki komunitas yang perlu kolaboratif didalam membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, guru dapat membuat perencanaan dan pelaksanaan belajar yang berpusat pada murid. Guru dapat pula menanamkan pembiasaan refleksi dan perbaikan kualitas belajar yang berpusat pada murid dan guru dapat melakukan pelibatan orang tua untuk menjadi pendamping  dan sumber belajar murid. Guru dapat pula melakukan pemetaan kebutuhan terkait pembelajaran, guru dapat memberdayakan guru lain untuk mendampingi dalam peningkatan kualitas belajar. Guru dapat melatih warga sekolah di dalam menguasai kompetensinya. Guru dapat memimpin pertemuan refleksi berkala untuk perbaikan kualitas belajar mengajar.

       Tenaga kependidikan dan operator sekolah dapat menjadi model yang baik bagi peserta didik, memberi pelayanan yang prima, santun bagi murid.jika tenaga kependidikan khususnya bagian administrasi dapat membantu guru penggerak untuk menyimpan data pokok peserta didik sehingga guru penggerak dapat mudah mengakses hal hal yang berhubungan dengan data peserta didik.tu dapat membantu mengolah data dan bukti terkait proses dan hasil belajar peserta didik.

          Orangtua  peserta didik merupakan subjek yang paling besar pengaruhnya terhadap semangat belajar bagi peserta didik. Oleh karenanya sekolah perlu meningkatkan peran orang tua terhadap pendampingan belajar bagi peserta didik. Misalnya pihak guru dapat mengkomunikasikan jadwal belajar peserta didik,  Membuat group persatuan orangtua siswa, pelibatan orangtua dalam musyawarah komite, orangtua dapat ikut mendapat kesempatan menyampaikan pendapat dan keluhan terhadap pelayanan belajar anaknya.

Salam Bahagia

Suwati, S.pd

CGP KAB. TAKALAR

 

 




 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REFLEKSI TENTANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

by  SUWATI S.Pd.           Bagaimana saya dapat melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi secara lebih efektif? Saya dapat melakukan pr...