Kamis, 17 Juni 2021

Belajar Budaya Positif di Sekolah


 


Jurnal minggu 6 . Takalar 17 juni 2021 by Suwati, S.Pd.


SAYA BELAJAR BUDAYA POSITIF

    

                                        
                                            
                                                   Gambar 1. Komunikasi yang baik dengan orang tua murid

Melatih berkomunikasi adalah budaya positif yang perlu dikembangkan disekolah. komunikasi yang empati terhadap siapa saja akan menghasilkan respon yang baik bagi orang lain. Budaya positif dapat melalui lisan yang tertata dengan baik dan santun pendidik dapat diterima oleh warga sekolah. Kita dapat  melakukan komunikasi untuk menyatukan ide/gagasan guru sebagai penyambung lidah kepada guru lain agar lebih efektif.meluangkan waktu untuk berbincang bincang akan menyatukan semua pihak. khususnya dalam kerja TIM workshop bimtek di sekolah melibatkan banyak orang.


                    

 

Foto suwati 1.1. komunikasi dengan rekan sejawat

dalam menumbuhkan empati untuk memperkuat semangat kerja

 

 Guru sebaiknya  berusaha mengomunikasikan rencana baik dalam bentuk rencana kegiatan workshop dan bimtek atau segala rencana kegiatan pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan retorika persuasi yang santun . Kepada peserta didik Guru perlu  membiasakan diri berkomunikasi secara santun, misalnya minta tolong, mohon maaf, sapa dengan lembut, mengingatkan dengan nada lembut, berbicara dengan perhatian menatap wajah peserta didik dan mereka merespon dengan wajah senang. Bahagia walau anak anak sesekali lupa dengan intruksi tetapi mereka tetap ceria santun kepada guru karena peserta didik selalu merasa dihargai.                             (Suwati, CGP Kab.Takalar)



Foto suwati 1.2. ekspresi siswa yang merespon guru dengan bahagia


         Momen berkomunikasi dengan murid dapat kita gunakan dalam membangun budaya positif di sekolah, yaitu pada kegiatan refleksi kegiatan pembelajaran,  saling berkomunikasi dengan baik, memberikan apresiasi dan memberi alternatif dalam mencari solusi terbaik. dalam kegiatan sosialisasi merdeka belajar, kita dapat berbagi cerita, mengingatkan kembali masa-masa sekolah yang telah dilewati, memberi gambaran jika akan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dalam mencari pekerjaan, dengan mengingatkan bahwa hal utama yang terlihat dari diri kita adalah perilaku yang baik dan budi pekerti dan sikap yang baik, mengingtakan murid bahwa adab lebih utama. berbagi cerita pada murid dengan cerita motivasi dan inspirasi, bahwa ilmu yang tinggi yang dimiliki oleh seseorang ditandai dengan kerendahan hatinya. Komunikasi ini kami bangn pada saat refleksi, memberi apersepsi pada pembelajaran, pada saat memberi motivasi pada kegiatan ektrakurikuler, dan pada saat murid ingin curhat dengan gurunya. (menurut Endang Patrianingsih, CGP Kab.Takalar)




 




          Foto by suwati 1.3 momen komunikasi yang baik menghasilkan gagasan kreatif

Momen berkomunikasi adalah kunci penting dalam menjalin ikatan emosional dengan peserta didik. Jika kita bisa menyentuhnya dengan kata-kata versi mereka, maka mereka akan dengan senang hati menerima dan merespon dengan positif semua yang kita cakapkan dengan mereka. Dalam keseharian sebagai guru kita perlu memperhatikan hal ini. Dengan demikian akan  ada banyak siswa yang mungkin  menaruh kepercayaan kepada guru  untuk meminta saran dan nasehat untuk pilihan-pilihan masa depannya (menurut M.jufrianto, CGP Kab.Takalar)

          Menggunakan momen berkomunikasi dengan peserta didik sebagai bentuk pengembangan budaya positif. komunikasi dengan murid adalah kunci sukses pencapaian tujuan proses belajar mengajar yang kita lakukan. Apata lagi di kondisi pandemi saat ini. Jika kita tidak mengembangkan budaya komunikasi itu maka bisa saja dengan mudah kita menilai anak negatif. Misalnya jika ada anak yang sebelum pandemi selalu bersemangat dan rajin mengikuti pembelajaran namun sekarang malah sebaliknya maka ketika komunikasi tidak aktif Guru tidak pernah tahu dan memahami apa sebab hal itu terjadi. Komunikasi yang paling sederhana dan bisa mendekatkan kita pada murid adalah dengan menyapa setiap kali bertemu dan menanyakan kabar.(menurut Salma,CGP kab.Gowa)

          Dari pendapat para Calon guru penggerak diatas maka dapat disimpulkan bahwa dengan komunikasi yang baik akan membangun budaya positif di lingkungan sekolah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REFLEKSI TENTANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

by  SUWATI S.Pd.           Bagaimana saya dapat melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi secara lebih efektif? Saya dapat melakukan pr...